Rabu, 13 okt 2010. Hari presentasi kawan. Dan cukup menyenangkan. Sayangnya dosen senior yang juga Bu Kajur berhalangan hadir. Memang, keadaan kelas sedikit vakum. Maklum dah yang kami presentasikan juga bukan hal umum yang gampang dicerna. Tidak sulit menemukan beragam bani Adam yang terlelap dengan khas masing-masing 🙁

Presentasi yang terjadwal setara 3 sks itu dibawakan dua kelompok, kelompok determinan 1 dan determinan 2. Selagi kelompok pertama menyajikan berbagai analisis determinan dari segi sifat dan operasi dasar, kelompok saya pun mulai beraksi. 60 menit lebih kami beraksi di depan makhluk – makhluk yang terlelap itu. Kawan, rasanya tidak begitu buruk.

Tak lama presentasi dan kuliah pun usai. Langit menumpahkan isinya kawan. Apalagi namanya kalau bukan hujan. Cukup mengharukan kawan, karena memang saat ini ada beberapa hal yang sedikit berat bagi saya 🙁 . Tapi entahlah.

Hari ini ada sebuah pertanyaan yang terlontar untuk saya. Yakni apa urgensinya internet bagi mahasiswa, IT khususnya. Dengan jawaban yang datar, saya menjawab kalau internet merupakan kebutuhan, bukan hanya bagi mahasiswa IT namun seluruh mahasiswa yang berstatus aktif. Kawan, jujur tak ada sumber informasi yang semudah internet kini. Dengan bermodal klik, kita bisa mencari berbagai referensi yang kini disertai pendapat – pendapat yang kuat. Kalaupun mentok, duh lagi – lagi internet dapat kita jadikan panduan untuk mencari referensi buku yang kita cari. Keren ya.

Namun, memang konotasi negatif yang melekat pada internet bukanlah fiktif belaka. Beragam survey membuktikan, bahwa ‘situs lendir’ adalah hal yang paling banyak dicari di internet. Mengalahkan bisnis online dan pendidikan. Ini kesalahan internet? Jangan berfikiran begitu. Sebilah pisau juga dapat berbahaya jika digunakan sebagai senjata, lain halnya jika digunakan untuk memasak. Beragam menu ajib ajib dapat tercipta.

Jadi salah siapa?

User kawan, user. Kita sendirilah sebagai user yang harus bisa memfilter diri sendiri. Itu yang paling penting. Lembaga ataupun ISP itu sendiri, mungkin bisa melakukan blokir atau apapun. Namun, bagi sebagian orang sangat mudah menembus dan membukanya lagi (saya bisa 🙂 ). Pahamilah, bahwa fungsi internet jauh lebih ‘menghasilkan’ daripada sekadar menyalurkan hal-hal tidak baik. Toh ngenet juga bayar. Sia – sia sekali rasanya kalau kita tidak bisa maksimal memanfaatkannya.

So, let be wise to use net!!

Melangkahlah ‘tuk hari esok!