Petualangan saya sebagai seorang android user bermula saat membeli Samsung galaxy gio pada 2011 lalu. Dengan processor Single core yang clock nya mencapai 800 Mhz dan RAM 256 Mb, saya merasa bahwa gio ini adalah android terhebat yang pernah saya punya (belum ada perbandingan). Setidaknya realita berbalut opini ini bertahan kurang lebih setahun. Sejauh yang saya rasakan, sense saat memakai gio ini baik. Kamera 5 megapixel sangat saya andalkan saat mengabadikan momen-momen pengabdian masyarakat di Desa Tutur, Kabupaten Pasuruan. Banyak game juga berhasil dilahap tanpa lag berarti semisal where’s my water ataupun cut the rope. Dengan koneksi 3G yang kencang, surfing internet maupun membaca berita juga terasa fun dengan display 3,2 inch beresolusi 320×480 pixel. Karena memang sekali lagi, tidak ada smartphone lain yang saya bandingkan dengan gio saat itu.

Setahun berselang sohib saya membeli Sony xperia neo L. Pandangan pertama saya langsung takjub dengan display 4 inch TFT nya. Saat itulah si gio saya tiba-tiba mengecil, entah disengaja ataupun tidak. Mulai terfikir juga untuk mengganti si gio dengan smartphone lain. Mencari dan mencari, akhirnya pilihan jatuh ke Sony xperia J.

Butuh waktu lama bagi saya untuk menemukan jalan ataupun peluang untuk mengganti si gio. Alhamdulillah selang 2 bulan kemudian momen itupun datang. Beasiswa saya cair, ditambah uang hasil penjualan gio saat itu saya pinang deh si xperia J dengan mahar 2,400k. Welcome to my life 🙂 .

Namun ternyata takdir berkata lain (suram 🙁 ). Sewaktu jalan-jalan di alun-alun Kota Malang saya kecopetan. Raib dah si xperia J ‘dipinjam’ mas maling. 2 bulan kebersamaan saya dengan eneng xperia J. Garansinya belum habis, tampilannya masih kinclong sekali. Wah, ternyata memang belum rezeki ane.

Setalah mengumpulkan banyak hal (uang+referensi+semangat 🙂 ) saya akhirnya memantapkan diri untuk membeli smartphone android lagi. Bukan tanpa alasan, selain masalah (klise) pemrograman, saya juga menggunakan android dalam keseharian sebagai pengganti laptop untuk hal-hal mendasar seperti surfing, social media dan lain-lain. Dengan budget seadanya pilihan saya jatuh di lenovo S560. Dengan harga tidak sampai 1,700k, saya berfikiran bisa mendapatkan fasilitas setara smartphone branded dengan harga diatas 3.000k.

Dan alhamdulillah pilihan saya tidak salah.. setidaknya sampai hari ini 🙂

Untuk reviewnya akan saya tulis nanti. Pandangan ane, smartphone lenovo satu ini ini cocok sekali untuk para entry level android user dengan ekspektasi tinggi akan spesifikasi.

Syukron sobat catatan kecil. Happy computing! 🙂

Wassalam