Malang, 16 Mei 2013. Masa-masa ketika seorang mahasiswa harus memilih antara kualitas atau kuantitas menurut saya adalah saat-saat menentukan judul skripsi. Walaupun dalam jurusan Teknik Informatika saya tidak ada istilah penelitian kuantitatif ataupun kualitatif, namun saya menemukan sedikit interpretasinya. Dengan kuantitatif, anda memilih judul mainstream dengan konsekuensi mengetik ratusan halaman skripsi walau yang dikerjakan bukanlah sesuatu yang membutuhkan laporan panjang lebar. Dan dengan kualitatif, anda akan mencari sesuatu yang out-of-the-box, namun konsekuensinya adalah waktu pengerjaan yang panjang. Wah, masa-masa galau ini menghampiri saya selama kurang lebih 6 bulan (1 semester 🙁 ). Terbukti selama itu saya ganti (fokus) judul hingga 5 kali.

Pertama kali, saya merasa mantap memilih bidang pengolahan citra digital. Dengan tema segmentasi citra, yang judul lengkapnya kira-kira ‘Segmentasi Mandibular Kanal pada Citra Dental panoramic Radiograph Menggunakan Multistage Adaptive Thresholding’. Semakin tidak mengerti orang tersebut tentang pengolahan citra pastinya akan bilang kalau ini sangat mudah dan saya pernah begitu. 2 bulan saya habiskan untuk mempelajari materi ini. Namun ternyata minat bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan. I quit.

Selanjutnya saya beralih tema ke sesuatu yang saya pede in, web. Lihat sana lihat sini, saya menemukan tema skripsi yang lumayan menantang yakni web semantik. Setelah cukup faham dengan portege dan bahasa owl (bukan bahasa burung hantu ya), akhirnya karena sudah keduluan ditinggal tim web semantik yang lain, mau tidak mau harus mundur lagi. Portal berita terintegrasi web semantik akhirnya gagal terealisasi.

Selanjutnya (lagi 🙂 ) saya mencoba mengambil jalur kuantitatif dengan mengambil tema sistem informasi. Namun ternyata juga yang satu ini tidak semulus yang dibayangkan. Dalam lelang judul dengan temen ane, saya kalah persiapan sob. Persiapan 1 minggu ternyata tidak cukup disandingkan dengan persiapan 1 bulan. Akhirnya saya mundur lagi

Selanjutnya (lagi dan lagi 🙂 ) saya mencoba menghampiri seorang dosen atas saran teman saya yang baik hati. Hasilnya kurang lebih sedikit over-expectation, saya ditawarkan untuk kembali ke pengolahan citra dengan tema yang sedikit berbeda, yakni pengukuran luas daun. Menarik, namun kembali ke pengolahan citra merupakan sesuatu yang coba saya hindari dahulu. Jadilah, mundur perlahan.

Dalam masa-masa tidak tentu inilah saya mencoba memutar otak untuk segera menemukan garapan skripsi. Secara target lulus Mei (rencana awal yang subhanallah, gagal 🙂 ). Beragam jurnal dan skripsi saya baca hingga menemukan titik cerah yang sangat membantu. Alhamdulillah android dan smartphone, engkaulah jawabannya 🙂

                    android, my savior 🙂

Akhirnya kini, perjuangan saya terfokus pada penyelesaian ‘Sistem Rekomendasi Wisata Kuliner Terkategori Halal Berbasis Mobile Menggunakan Metode TOPSIS’. Setelah lulus ujian seminar proposal pada 6 april dan revisinya pada 12 april, akhirnya disinilah saya sekarang. Here I am 🙂

 

Bagi yang sedang bergulat atau akan bergulat dengan skripsi, fokuslah. Karena dengan fokus tinggi, lup dapat membakar kertas. Ma’an najah sobat

Syukron sobat catatan kecil. Happy computing! 🙂

Wassalam