CategorySlice of Life

Preparation…

Malang, 12 okt 2010. Langit mendung, awalnya. Walau akhirnya mentari yang tenang kembali tegak di peraduannya. Kuliah studi qur’an lalu studi hadits membuat saya tenang dan nyaman karna disamping bukan hal baru, para dosen disini mampu membuat setiap mahasiswa menjadi lebih atraktif.

Saya sedang di mesjid tarbiyah. Masih ingat kan kawan? Ketika sedang merapikan laporan praktikum rangkaian digital yang belum diklip (distaples, dihekter ūüôā ), angin tiba ‚Äď tiba berhembus kencang dan melempar lembaran ‚Äď lembaran laporan. Ada uluran tangan yang membantu. Saya melihatnya, saya tak mengenalnya. Namun, saya berterima kasih padanya. Kami sedikit berbincang setelah itu. Dan kawan, ternyata bapak berparas tenang yang kutemui ini, punya cerita berat dan sedih yang sedang diujikan Allah Azza wa jalla padanya. Continue reading

Mentari Senja (Refleksi Saat Maghrib)

Malang, 11 okt 2010. Welcome to my day! Senin kawan, Senin. Enjoy our life. Hari persaingan dimulai kawan. Ayo lekas bangun, cuci mukamu, rapikan dirimu dan berangkatlah!! Tak ada gunanya pagi hari ini engkau habiskan di rumah.

Begitupun saya, kuliah hari ini dimulai pukul 6.30. Saya tentunya tak ingin telat. Saya sudah pernah mengkalkulasi waktu yang dibutuhkan untuk berjalan dari rumah (kontrakan) ke kampus. Sekitar 15 menit. So, let’s go!!

Sehabis mata kuliah Desain Basis Data, oh ya kebetulan ini waktunya saya presentasi. Alhamdulillah, lancar ‚Äď lancar saja kawan, presentasi tentang Entity Relational Diagram dan Model Relational Diagram berjalan tenang dan lancar.

Continue reading

Rujak Party Chapter CASSE

Malang, 10 okt 2010. Saya bangun cukup pagi. Langit diluar gelap dan berhiaskan atribut wajib menjelang matahari akan terbit. Setelah sholat saya putuskan jalan-jalan mengelilingi anugerah pagi hari. Mata ngantuk?! Jelas! Udara zuper dingin?! Ya iyalah! So what?!

Libur, hari ini libur kawan. Saya tidak memiliki kegiatan apapun selain mengerjakan tugas yang diwariskan hari sebelumnya. Berhubung di rumah kontrakan saya yang heboh ini bakal ada acara jam 10 nanti, kami serumah kerja bakti menyulap rumah jadi sebaru mungkin. Ada yang menyapu luar dalam, menggosok kamar mandi, memotong kayu untuk rak tv, dan profesi yang saya pilih pagi itu kawan, adalah menjadi asisten semua pekerjaan tadi.

Oh ya, jangan menolak ya saya ceritakan dulu kondisi rumah kini. Rumah kami berisi sekitar 13 manusia normal. Rame kan?! Ada 5 kamar sehingga setiap kamar dihinggapi 2 atau 3 orang. Kalau pagi, sibuk banget kegiatan paginya. Makanya kalau tidak mau sibuk sih, saya lebih memilih bangun lebih awal. Meskipun kadang-kadang gagal. Continue reading

Melihat Hujan Dari Gedung Fak. Saintek

Malang, 9 okt 2010. Hujan, benar kawan. Hujan adalah titik-titik air yang turun dari atmosfer akibat evaporasi air yang mengumpul membentuk senyawa baru-yang lebih familiar kita sebut awan, turun ke bumi akibat perbedaan tekanan udara. Kalau engkau punya depenisi seperti itu, saya yakin engkau orang yang menyenangkan.

Kota Malang sore ini hujan, sangat dingin. Akibatnya saya dan mereka, orang-orang yang bersama saya di gedung fakultas Saintek ini menggerutukkan gigi. Beberapa dari kami memang tidak memakai baju tebal karena selain tidak menyangka, kebetulan dua jaket yang saya bawa ke Kota ini dari Medan juga pas kotor semua. Jadilah hari itu saya menderita. Kenapa saya ada di Gedung Saintek sekarang? Pertanyaan yang bagus. Akan kujelaskan untukmu kawan.
Continue reading

Setitik Jurnalistik Kampus

Jum’at, 8 Oktober 2010. Hari ini dibuka cerah dan indah. Tak ada yang sebegitu aneh hingga saat jarum jam menunjukkan pukul 9, ada jam kuliah. Sebenarnya mata masih nyut-nyut senat-senut. Namun kawan, ada kalanya kita perlu merenungi makna harfiah mahasiswa. Itu adalah kata sakti yang memiliki atribut tanggung jawab yang sangat besar. Siswa saja dituntut buat tahu segala macam hal secara spesialis ataupun generalis. Lha, sekarang di grade mahasiswa. Ada satu anak tangga yang mau tidak mau harus diinjak, yakni memahami ilmu atau bidang ilmu yang digeluti dalam ruang lingkup seorang analis. Bukan hanya memahami. Continue reading

Netbook untuk sahabat

Kamis, 7 Oktober 2010. Banyak kejadian bagus¬† hari ini. Di cuaca Kota Malang yang serba GeJe (Gag Jelas), beribu warna dapat saja terspektrum indah. Merah penantian, hijau kebanggaan, putih kesepian, hitam kekecewaan. Kawan, hari ini saya¬†mendapat spektrum warna yang saya senangi, violet cerah kebahagiaan ūüôā Continue reading

Dieng Plaza’s mission


Rabu, 06 Oktober 2010
. Hari ini cerah. Cocok untuk berkendaraan. Sebab saking cerahnya, ubun-ubun ini panas kalau berjalan di bawah terik si matahari. Ya kawan, kepanasan.

Mata kuliah hari ini menyenangkan dan melegakan. Siapa bilang kuliah itu tidak¬†asyik?! Kalau kalian berfikir begitu kawan, insya Allah bakal jadi kenyatan. Coba deh! ūüôā
Siang ini sebenernya saya ingin tidur pules meluruskan tulangsaking pegalnya memutar-mutar otak efek samping aljabar linier dan matriks. Namun, Allah mengutusku untuk membantu seorang anak manusia yang
membutuhkan bantuan. Dengan dopping nasi lalapan ikan bandeng plus es teh, ikhlas pun insya Allah siap menunaikan tugas itu. Continue reading

Rangkaian digital; rangkaian jembatan

Selasa, 5 Oktober 2010. Banyak hal menarik hari ini. Dari mulai saat studi qur’an tadi suasana kelas sangat hidup hingga kelelahan sehabis praktikum rangkaian digital.

Kali ini saya¬†sedikit membahas tentang esensi mata kuliah yang menurut saya ‚Äėbaru‚Äô ada di semester 3 ini. Dikatakan ‚Äėbaru‚Äô ya karena mata kuliah ini baru loh, kawan. Beberapa mata kuliah lain saya¬†ketahui sebagai pengasah keahlian di bidang analisa atau oprakoprek coding dari sisi software. Namun, di dunia rangkaian digital¬†ini saya¬†sedikit ‚Äėbebas‚Äô atau ‚Äėdibebaskan‚Äô dari pergulatan coding dan coding. Senang?! Ya, tentu saja senang. Tapi saya¬†lebih suka mengartikan ini sebagai angin segar.

Benarkah?! Saya berkata demikian karena dunia rangkai merangkai perangkat elektronik yang sangat sarat dengan kelistrikan ini aslinya baru dipelajari mulai semester 3. Semester 1 & 2, dapat saya berkesimpulan begini,
‚ÄúSemester 1 & 2 itu semester yang codiing banget¬†!‚ÄĚ Continue reading

Menentukan Prioritas

Senin, 4 Oktober 2010. Seperti biasa wacana anak kuliah, sibuk tugas euy! Salah-salah lihat tanggal bisa-bisa lewat tuh deadline. Jurusan saya juga tidak kalah garang dalam pemberian tugas. Beragam mulai dari yang teori ampe praktik semua berjubel di otak buru-buru menuntut segera dikerjakan.

Tidak¬†jarang gara-gara berbagai alasan yang tidak¬†penting, malah tidak¬†tersentuh si tugas. Kalau sudah¬†seperti¬†begitu seribu satu macam cara bakal ditempuh mahasiswa deh buat menggapai ‚Äėtitik aman‚Äô. Mulai dari copy paste sana-sini atau pura-pura sakit supaya dapat waktu tambahan (istilahnya waktu kasihan) dari sang dosen. Wah wah, kalau sudah begini¬†kan repot. Kalau terus-terusan malah berpeluang ketahuan kan?! Sudah deh menyerah saja. Kebiasaan kayak begini¬†memang tidak asyik ūüôĀ

Menghadapi hal seperti¬†ini sebenarnya ada saja ilmunya. Saya¬†pernah membaca sebuah artikel, yang saya baca sewaktu berada di pesawat. Kebetulan maskapai penerbangan lion air yang saya tumpangi¬†menyediakan majalah buat dibaca. Karena bosan juga¬†saya buka halaman demi halaman. Berhenti di beberapa spot yang saya suka seperti seputar keindahan alam Indonesia hingga profil pramugari teladan yang geulis. Saya¬†berhenti pada suatu artikel yang berjudul ‚ÄėMenentukan Prioritas‚Äô. Di headernya juga tertulis kutipan perkataan seorang bule yang saya¬†lupa namanya, ‚Äėdi dunia ini tidak¬†ada orang yang bodoh, yang ada sederhana saja, orang yang tidak bisa menentukan prioritas‚Äô.

Saya renungi halus, kata-kata ini sangat mengena. Selama ini tidak jarang juga saya berhadapan dengan situasi genting kayak diatas tadi. Dapat ditebak kalau terus menerus terperangkap seperti itu saya tidak akan pernah maju, pasti tertinggal, kawan!

Coba kita rangkai lagi masalahnya, kalau kita tidak¬†mengerjakan tugas di selang hari yang kita punya, pasti ada hal lain yang kita kerjakan. Apa itu? Makan?! Tidur?! Jalan-jalan?! Benar! Kita memprioritaskan yang enak-enak dan mengesampingkan yang benar-benar penting seperti tugas contohnya. Sehingga mau tidak¬†mau harus¬†mengambil ‚ÄėSKS‚Äô di malam sebelum waktu ngumpulin tugas. Tidak¬†asyik kan pastinya begadang gara-gara tugas. Jauh lebih enakan begadang sambil nonton tv plus ada cemilan disampingnya kan ya.

Ayo kawan, cepatlah ambil tongkat kesadaran kita dan mulai menata prioritas hidup kita, mulai yang jangka pendek hingga jangka panjang nanti. Prioritaskanlah hal-hal yang menjanjikan kemajuan terlebih dahulu. Tempatkan ia sebagai hal yang harus kita kejar sekuat-kuatnya. Ikhtiar bahasa kerennya. Sampingkan semua kepentingan lain yang dianggap hanya sebagai ‚Äėsampingan‚Äô semata. Sedikit-demi sedikit, pasti kita bisa beberapa langkah lebih maju dari hari-hari yang lalu.

Selamat mencoba !!

Melangkahlah ‚Äėtuk hari esok!

Berani Introspeksi Diri, Kawan!

Malang, 12 Januari 2010. Hari ini, Temen-temen FKMM ( Forum Komunikasi Mahasiswa Sumut ), mengadakan pertemuan singkat. Acara resminya sih, kajian seputar masalah kehidupan. Kali ini mengangkat tema ‚Äúintrospeksi diri‚ÄĚ. Acara yang harusnya diisi banyak tanggapan sana sini itu, terasa kok ‘khidmat’ sekali ya?! Eits‚Ķkhidmat disini jangan diartikan terlalu positif, sebenar-benarnya, acara ini sedikit kurang aktif ūüôā

Yang menghadiri acara yang tidak terlalu jelas waktunya ini, hanya beberapa manusia Medan(sebutan umum bagi putra daerah Sumatera Utara di Malang). Duh, jujur saya prihatin, namun jujur juga saya belum tahu harus berbuat apa. Hal yang pada dasarnya dapat mempersatukan kami malah terasa janggal sekali. Saya dan teman-teman FKMM bukanlah orang yang sudah kenal dari awal. Kami berasal dari daerah yang kata Chikita Maidy, ‚Äúkampuang nan jauah di mato‚ÄĚ. Saya harus sangat ekstra hati-hati menjaga hubungan baik antara kami. Namun ya tuh dia, persatuan kami seakan sangat sulit disatukan. Saya prihatin, kawan. Sungguh prihatin. Continue reading

© 2018 Reza Perdana

Theme by Anders NorénUp ↑