Setitik Jurnalistik Kampus

Jum’at, 8 Oktober 2010. Hari ini dibuka cerah dan indah. Tak ada yang sebegitu aneh hingga saat jarum jam menunjukkan pukul 9, ada jam kuliah. Sebenarnya mata masih nyut-nyut senat-senut. Namun kawan, ada kalanya kita perlu merenungi makna harfiah mahasiswa. Itu adalah kata sakti yang memiliki atribut tanggung jawab yang sangat besar. Siswa saja dituntut buat tahu segala macam hal secara spesialis ataupun generalis. Lha, sekarang di grade mahasiswa. Ada satu anak tangga yang mau tidak mau harus diinjak, yakni memahami ilmu atau bidang ilmu yang digeluti dalam ruang lingkup seorang analis. Bukan hanya memahami. Namun juga mampu memprediksi dan mengembangkan cabang keilmuan tersebut. Kawan, betapa penting sebenarnya ‘mahasiswa’ itu.

Sayangnya, dosen Struktur data tak hadir. Setidaknya merasa sia-sia datang ke kampus pagi itu karena hanya itulah kuliah hari ini. Dalam kekecewaan, pulang balik ke rumah kontrakan adalah pilihan yang diambil. Di tengah jalan, di sudut gedung perkuliahan B. Saya melihat stand ‘inovasi’. Sebuah UKM yang memfokuskan kegiatannya pada bidang jurnalistik. Cukup sangar kelihatannya. Soalnya hanya UKM inilah yang memegang otoritas buletin mahasiswa yang ‘legal’ di kampus.

Saya melihat mereka memampang 2 jenis majalah di stand mereka. Yang satu namanya ‘inovasi’ dan yang satu lagi bernama ‘patriotik’. Sekilas melihat kedua majalah itu memiliki karakter yang sama, yakni pasti mengomentari kondisi internal kampus dan kebanyakan dari sisi gelapnya.

Namun, setelah dibaca lebih teliti, ada banyak sekali perbedaan disana.

‘Inovasi’, memang tetap membahas kampus, namun hanyalah sebagai pelengkap. Inovasi cukup saya sukai karena kedinamisan gaya penulisan di dalamnya. Bahkan, di cover telah jelas tertulis, ‘nuklir’. Benar kawan, nuklir adalah berita yang menjadi isu utama yang ingin disosialisasikan para jurnalis kampus pada kita. Data yang termaktub di dalamnya ditampilkan mendetail  dari mulai asal muasal sampai akibat, studi historis bahkan analisis dampak ke depan. Selain itu, ada lagi rublik yang mengangkat isu-isu global lain seperti feminisme dan pergulatan politik. Saya dapat menyimpulkan kawan, bahwa ‘inovasi’ adalah majalah yang rasa mahasiswa banget. So, yang mengaku mahasiswa kritis, coba deh mulai baca halaman pertama sampai terakhir majalah ini. Pasti kena banget dengan realita.

‘patriotik’, lebih kepada majalah internal kampus seperti yang dikatakan di awal tadi. Terdapat banyak rublik yang mengkritisi kebijakan internal kampus seperti yang saya lihat kawan, yakni tentang penerapan international class misalnya. Walaupun isu global tetap dibahas, namun saya pribadi mendepenisikan patriotik sebagai majalah ‘anak’. Karena disamping ukurannya yang kecil (dibanding ‘inovasi’ tadi). Maupun pada kisaran rublik. Walaupun terbatas, saya juga sangat menikmati paradigma jurnalis majalah ini yang mencoba menyajikan kondisi internal kampus seobjektif mungkin. Iya donk, tidak lucu lah masa kita debat-debatan masalah global kita sementara kampus sendiri tidak kita coba ‘tuk membangunnya. ‘Patriotik’ saya pikir wajib deh, dibaca mahasiswa UIN Maliki yang kurang banyak mendapat informasi seputar kampus atau sekedar ingin mendapatkan berita dari perspektif yang berbeda.

Ya, inilah majalah-majalah yang mengibarkan sayapnya di kampus saya.

Melangkahlah ‘tuk hari esok!

1 Comment

[…] Jum’at, 8 Oktober 2010. Hariku dibuka cerah dan indah. Tak ada yang sebegitu aneh hingga saat jarum jam menunjukkan pukul 9. Ada kuliah jam segitu. Sebenarnya mataku masih nyut-nyut senat-senut deh. Namun kawan, ada kalanya kita perlu merenungi makna harfiah mahasiswa. Itu adalah kata sakti yang memiliki atribut tanggung jawab yang sangat besar. Siswa aja dituntut buat tahu segala macam hal secara spesialis ataupun generalis. Lha, sekarang di grade mahasiswa. Ada satu anak tangga yang mau gag mau harus diinjak, yakni memahami ilmu atau bidang ilmu yang digeluti dalam ruang lingkup seorang analis. Bukan hanya memahami. Namun juga mampu memprediksi dan mengembangkan cabang keilmuan tersebut. Kawan, betapa penting sebenarnya ‘mahasiswa’ itu. lihat tulisan lengkapnya disini […]

Leave a Reply, Thanks!

%d bloggers like this: